Jumat, 08 Januari 2010

Try Out Etos Nasional

Sudah siapkah kamu menaklukan soal-soal SIMAK UI?
Ayo jajaki kemampuan kamu dalam mengerjakan soal_soal SIMAK UI pada acara Try Our Etos Nasional...
Selain Try Out, kamu juga bakal dapet pembekalan dan gambaran tentang SIMAK UI, kehidupan dunia kampus, dan beasiswa-beasiswa yang ada di UI loh...!
Ayo, jangan sampe ketinggalan...!!!
Daftarkan dirimu sekarang juga...!!!
Tiket Terbatas...!!!

Sabtu, 02 Januari 2010

http://exprivate.co.cc

Excellent Private merupakan sebuah lembaga privat yang memberikan layanan prima bagi para konsumen. lembaga yang memberikan perhatian dan bimbingan secara optimal kepada peserta didiknya, agar dapat tumbuh sebagai insan yang cerdas dan mandiri.

Program Unggulan

1. Pilihan waktu Belajar yang Fleksibel
2. Pengajar dari Mahasiswa UI yang masih aktif dan berpengalaman mengajar
3. Ada Laporan Akademik & Perencanaan Belajar
4. Achievment Motivation Training
5. Belajar Qur’an Gratis ( bonus 30 menit bagi yang mau )
6. Konsultasi Jurusan dan informasi dunia siswa
7.Paket modul belajar

Pengajar Excellent Private
merupakan Mahasiswa Universitas Indonesia dengan berbagai macam fakultas dan jurusan, berikut adalah daftar pengajar Excellent Private


Alamat

Excellent Private bersekretrariat di jalan Kapuk No.39, Pondok Cina, Depok.
Kami siap mengajar putra-putri anda, di rumah anda agar belajar terasa lebih nyaman.
Untuk menghubungi kami dapat melalui:

Telepon : 021-92143600 /
085693080124
Email : private.excellent@gmail.com

untuk info lebih lengkap bisa mengunjungi websitenya di
http://exprivate.co.cc

Rabu, 26 Agustus 2009

Bendera Palestin di lengan jakunku

Makara didiadaku warnanya buru, warnanya ungu
makara didadaku warnanya putih,
yang putih yang biru yang ungu...
yel-yel etoser jakarta waktu tens 2009 di Bogor, 4-13 agustus lalu, inilah yang teringat ketika etoser jakarta berdiskusi tentang emblem bendera palestina yang terpasantg di lengan jaket kuning (almemater kebanggan civitas Universitas Indonesia) pera aktivis dakwah kampus.

Kemarin saya mendengar seorang etoser berbicara tentang majalah yang di terbitkan di bulan-bulan penyambutan mahasiswa baru Universitas Indonesia. Majalah itu berkata bahwa mereka yang disebut aktivis dakwah kampus, lebih mencintai Palestina ketimbang Indonesia. mereka mengatakan demikian kerena melihat banyaknya para aktivis yang memasang emblem bendera palestina di lengan Jaket almamaternya.

Munculah beberapa pertanyaan dikepala saya,
benarkah mereka lebih mencintai Paletina ketimbang Indonesia?
Sangat dangkal sekali lasan mereka bila berani mengatakan itu hanya kerena dipasanganya emblem bendera palestina di almamater para aktivis dakwah...
sebab bila kita perhatikan, orang-orang yang berda di garis depan saat aksi untuk membela hak rakyat adalah mereka yang banyak memasang emblam di jaket kuningnya, termasuk bendera Palestiana. Ini adalah bukti konkrit bahwa mereka mencintai negri ini, mencintai rakyat ini, dan merindukan keadilan bagi rakyat kacil di negeri ini.
Tidak hanya rakyat kecil di negeri ini, tapi juga rakyat tertindas di negri islam lainnya, seperti di Palestina.
Saudaraku, pernahkah kita malihat orang-orang yang menggunakan simbol-simbnol satanis atau simbol-simbol yahudi berada di garis depan untuk membela rakyat kecil di indonesia?

Muncul juga pertanyaan, mengapa mereka harus apatis dengan masalah dunia islam? padahal mereka juga mengaku islam?
hanya dengan Alasan bahwa negeri ini pun masih memiliki banyak masalah?
perlu kita ketahui bahwa, negara indonesia yang merdeka secara devakto dan dejure sekarang ini, memiliki hutang budi kepada negara-negara islam. ketika Sukarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, secara devacto, indonesia memang sudah merdeka, namun secara dejure, indonesia belum di akui merdeka oleh negara-negara eropa pada waktu itu. berkat lobi seorang Tokoh islam ke negeri-negeri di Eropa dan Timur tengahlah indonesia akhirnya diakui merdeka secara dejure oleh negeri-negeri di dunia.
(kalo mau cerita lebih lengkapnya baca ndiri ya, di buku "Palestin Emang Gua Pikirin?!)

Terlebih lagi bagi umat muslim, sangat wajar bagi mereka menunjukan empati yang besar untuk palestina, karena disanalah kiblat pertama mereka, sebuah tempat yang tersebutkan dalam al-qur'an, yang menjadi salah satu simbol agama islam. Pun kewajiban untuk membantu saudara sesama muslim yang terdzolimi
.jadi, ga salah dong kalo sampe saat ini kita berbangga untuk menunjukan empati tuk Palestinas yang tengah dijajah oleh Yahudi laknatullah , dengan memasang bendera Palestina di lengan jakun?

Rabu, 24 Juni 2009

Jual tanaman hias jenis kaktus

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah ni, setelah sibuk dengan urusan di luar bisnis, ada satu lagi produk baru yang coba saya tawarkan kepada siapapun yang seneng sama kehidupan, seneng ama keindahan, dan seneng ma yang ijo-ijo...
heee...

Kali ini saya punya tanaman hias jenis kaktus yang bisa di pajang di meja belajar, sebagai hiasan di meja ruang tamu, atau terserah deh mau di taro di mana, asal jangan di jalanan...
hehe...
Bentuknya pun unik2, lucu dan menggemaskan...
pernah liat kaktus dengan bentuk kartun micy mouse?
saya sediakan untuk kalian yang senang dengan kartun tersebut...
tapi sayang saya belum punya gembarnya...
nah sebagai contoh saya upload gambar yang ini dulu nih....




NAh untuk satu kaktus plus potnya, saya pasang harga Rp.23.000,- (sudah termasuk ongkos kirim untuk pemesanan minimal 5 pot)
Oh ya, cara merawatnya gampang banget kok, tinggal di siram dengan air sesendok makan aja...
merminat?
bisa hubungi saya di 085693080124
anda pesan, kami antar...
;)

Minggu, 24 Mei 2009

Reality Show?

Bismillahirahmanirahiym...
Terlebih lagi kakek ma nenek itu ada di seberang jalan yang mobil pun rame berlalu lalang, yang sesekali menghalangi kamera dari objeknya, justru suara tukang parker yang lagi markerin mobil di tengah2 antara kamera ma si kakek nenek ntu malah ga kedengeran…
Hahaha...
(Dasar…!)
Tekkadangjuga dalam penelusuran pecarian orang (dalam acara relity show yang lain) terlihat kejanggalan, ketika menghadapi kebuntuan, ga ada lagi yang tau di mana orang yang dimaksud itu berada, tiba2 saja udah sampe rumah orang yang dimaksud atau ketemu/ngeliat di jalan..
Ada lagi yang lebih parah, kampus kita di jadiin lokasi shootingnya, ceritanya mau kuliah, mau masuk kelas, sepasang pemuda yang jadi targetnye masuknye bukan ke fakultas, tapi me MUI (Masjid Ukhuwah Islamiyah UI), mobilnya pun di parkir di lapangan parkir MUI...
Haha...
Kelas kuliah di masjid???
Yang bener ajah..?!!

Reality show?
Beneran tuh reality?
Yang katanya mengangkat kisah nyata tanpa script?
Yang katanya dilakukan tanpa editan?
Ohalaaah…
Negriku Indonesia yang indah denganberbagai potensi kekayaan alamnya..
Tapi kenapa rakyatnya banyak yang terbuai dengan acara2 reality yang ga mutu kaya gitu ya…??
Termehek-mehek…
Katanya tayangan telepisi yang paling banyak penontonnya setelah me vs mom..
Beh..
Kenapa sih kok kita seneng banget ya ngeliatin orang yang bener2 seneng bener, ngeliatin orang yang bener2 sedih bener (sampe ikutan nangis), bener2 malu bener, bener2 sakit bener, gituh…???
Seneng bener ngeliat orang yang selingkuh diselidikin berhari2 ampe ketauan selingkuh, trus dilabrak dan dipermalukan didepan umum....
Kalo aja acara ini bener2 reality, parah banget kan?
Mempermalukan orang di depan umum, disiarin lagi di tipi, di tonoton ma emak-bapaknya, ma kakek neneknye, ma sodara2nye, ma kakak n adeknye, gurunye, dosennye, semuanye deh ngeliat…
Yang lebih parah lagi ada dua orang putrid yang meminta kepada crew reality show buat nyelidikin ibunya yang selingkuh,,
Ya Allah, seorang anak berusaha memumbar aib ibu kandungya sendiri…
Na’udzubillahiminzalik…
Nah kite nih, yang ga mao dibilang asal nonton tipi,,,
Harus pinter2 milih jenis tontonan, jangan bocah kecil aja yang di larang nonton ini nonton itu, kita juga harus tetep menjaga kualitas tontonan kita...
Jangan sampe kita malah ikut menikmati dan masih menganggap hal itu terjadi tanpa rekayasa, tanpoa deitan, dan tanpa skript.
Acara2 kayak gitu masih ada di tipi karna masih ada crew tivi yang membuatnya jadi menarik, ada pemilik modal yang mendanai, ada aktor dan aktrisnye, dan yang paling-paling adalah, ada kitanye, sebagai penikmat acara2 itu...

Rabu, 20 Mei 2009

Saatnya Membuat Lapangan Kerja


BIsmillahirahmanirrahiym...
Setelah perjalanan panjang dalamm dunia private, saya dan beberapa orangb teman yang berada dalam satu lembaga beastudi ETOS Jakarta yang dibawahi oleh Dompet Dhuafa Republika, memutuskan untuk membuat sebuah lembaga private yang kami kelola sendiri. mengingat prospek dan potensi yang besar dalam bidang ini kami optimis akan dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat, terutama para mahasiswa yang notabenenya masih butuh penghasilan tambahan untuk kebutuhannya terutama sekali untuk mereka yang ngekost..
selain itu dengan mendirikan lembaga private kami juga berkesempatan untuk membantu adik-adik kami yang tengah belajar di bengku sekolah..
lembaga private yang kami dirikan bernana Excellent Private yang bersekretariat di jalan kedoya RT.01/02 No.39 Pondok Cina, Depok.
Tenaga pengajar yang kami rekrut adalah mahasiswa Universitas Indonesia yaitu mereka yang berpengalaman dalam hal mengajar dan private.
mungkin bila ada pembaca postingan ini yang membutuhkan tenaga pengajar private untuk anaknya baik itu SD, SMP, atau SMA dengan berbagai bidang mata pelajaran silahkan hubungi kami di:

085693080124 (Soleman Candra)
021998900767 (Tasmo)

Selain bimbingan akademis kami juga siap untuk memberikan pelatihan atau kursus privete tentang keahlian komputer seperti:
- design grafis dengan 1. corel draw,
2. photoshop dan
3. makro media flash,
- Micrisoft Word
- Microsoft excel
- dan Mengaji















http://www.lpi-dd.net

Senin, 27 April 2009

3 januari 2009

Bismillahirrahmanirrahiym…
Kayaknya dah kelamaan yah, tanggal itu dari sekarang…
Hehe…
Ya, ada kisah yang saya alami disana, cerita ini pun baru saya tulis karena ada kisah serupa yang dialami oleh Berliandtqa, Syukron katsir yah buat berliand karena dah bikin saya pingin nulis kisah ini juga.

Sabat, 3 januari 2009, tepat satu pecan dari agresi militernya israel Laknatillah ke tanah Gaza, Palestina.
Hari itu seorang ibu yang sengat kami cintai berkunjung dari Bekasi ke Bojong Gede, rumah si abang sekarang tinggal bersama istrinya.
Okeh, setelah mendapat kabar tentang itu, dengan perasaan rindu yang menggebu (walah, hiperbola) saya pun beramngkat ke bojong hanya untuk bertemu tuk melepas rindu, bersua tuk saling bercerita.
Wah, tapi saya nggak ada uang tuk orang tua nih, kalo buat ongkos aja sih ada…
Gimana yah..?
Tenang2, masih ada simpenan di Bank. Ambil dulu yuk…!
Saat ngambil uang di ATM, saya lupa untuk segera mengambil kembali kartu ATM tuh,,
Tertelanlah kartunya oleh mesin itu..
Sudahlah, ngga apa2..
Masih bisa di ambil seninnya, kalo ga bisa pun, masih amanlah uangnya n masih bisa bikin kartu baru lagi..
Setelah selesai ngambil uang di ATM, berangkatlah saya dengan menggunakan jasa transportasi KRL yang murah cepat dan banyak hiburannya, tukang jualannya, tantangannya, dan banyak juga pencopetnya..
Selama perjalanan saya SMSan ma temen lama, cuma sekedar cerita tentang apa yang barusan saya alami dan mau kemana..
Dari St. Poncin saya dapet kreta balik, maksudnya keretanya Cuma sampe st. Depok Lama doing, bis ntu balik lagi ke kota..
Nah, sesampenya di st. Depok Lama semua penumpang yang amu ke bogor pun turun. Sambil menunggu saya masih sempet SMSan sama temen yang tadi.
(ternyata mata2 jahat itu dah ngintai di sini)
Ssetelam menunggu beberapa menit, datanglah kereta ke Bogor. Otomatis penumpang yang mau naik membeludak, kan? Karena mereka marupakan penumpang dari kereta balik yang terpaksa turun karena keretanya mau balik lagi ke Jakarta toh..?
Ga kerasa saat naik kereta yang baru dateng itu, ada orang yang mendorong badan saya yang kayaknya ga wajar banget ngedorongnya…
Segera menyadari hal itu, saya segera memeriksa hand pone yang saya taruh di kantong kanan celana .
(“Wah, HP saya mana?”)
(“Kurang Ajar, Copet nih…?”)
Dengan melawan arus penumpang yang masuk saya coba untuk melihat keluar, apakah ada orang yang lari atau nggak jadi naek tuh kereta.
Hfuuuu…
Ga kaliatan, terlalu banyak yang naik, seketika gerbong itu langsung penuh penumpang…
Karena masih keliatan sedikit panik, seorang bapak bertanya, “Kenapa mas?”,
“HP saya ilang, Pak”
“barusan ada yang keluar lagi ga dari gerbong ini, Pak?”, saya Tanya orang itu karena dia berdiri di pinggir pintu masuk.
“oh, ga ada”
“wah, berarti masih ada di gerbong ini tuh copetnya”, celetuk saya…
Bapak itu pun menawarkan untuk miss call hape saya, tapi dia ga punya pulsa buat MC adanya Cuma buat SMS ajah (haha).
Saya coba pinjam ke orang di sekitar, tapi nggak dapet…
“ yaudah lah pak, nggak apa2 deh di SmS ajah”, tapi kayaknya ga bakal kedengeran nih, secara keretanya berisik, HPnya di dalem tas atau kantong si copet, n sau lagi message tone-nya pelan.
Benar aja, ga kedengeran...
Rasa penasaran membuat saya memperhatikan orang2 yang mencurigakan, terlihatlah tatapan mata yang seperti di lihat berliandtqa. Sorotan mata yang ga enak di pandang, gimana ngegambarinya yah???
Yah, gampangnya sorot mata pencopet lah (hehe…)
Karena ga berani nuduh gitu ajah, asa putuskan untuk mengikuti orang itu.
Sesampainya di st. Citayem, orang itu turun,,
saya ikutin,,
Ternyata di st. Citayem orang itu bukan turun, tapi Cuma pindah gerbong ajah, dan
Saat berdesakan dengan penumpang di gerbong lainnya,
Ternyata benar, orang ini copet, saya liat –‘ainul yaqin- dia sedang menarik dompet mba2 dari kantong belakang celana jeansnya.
Dengan cepat saya berkesimpulan, ”ni dia copetnya”
Tanpa pikir panjang, langsung saya tangkep tuh copet, ke2 tangannya saya pegang dan dan saya tiba2, ada kepalan keras yang mendarat di kepala saya.
BUG..!! (1)
BUG..!! (2)
Ah, ada yang mukul kepala saya...
Datanglah seorang penengah yang teriak, “Ada apa ini?”
“Ini pak, HP saya di copet”
Dengan nada meninggi, orang yang baru dating itu berkata, “Hey, jangan sembarangan kau nuduh orang ya…!!”
“Loh, bener pak, tuh dia nyopet lagi..!”
“ Eh, jangan macam-macam kau disini ya..!” dengan suara yang lebih pelan namun nadanya mengancam.
Waduh, gawat nih, kayaknya komplotan nih pada…
“kalo ga percaya gledah aja nih orang”, kata saya.
Sesuai tampangnya yang Odong, si copet Cuma diem aja..
“yaudah, kita geledah dia. Tapi kalo ga ada matilah kau..!”
Waduh,,,!!
“Ayo kita geledah di sana” kata orang itu sambil melirik kea rah warung di ujung peron bogor.
“Kenapa ga di sini? Di sini aja lah bang..!” nada saya pun berubah seketika jadi logat batak (Haha,,,)..
Seketika tangan orang batak yang berbadan kekar itu meraih tangan kanan saya, sedangkan tangan kiri ini juga terus memegangi si mas peocopet ini biar ga kabur…
Kebayang kan?
Jadi di sebelah kairi saya di copet, di sebelah kanan saya si batak penengah tadi…
Duh, kita kasih sebutan si batak aja yah buat si penengah berbadan kekar itu..
Okeh, lanjut…
Pada kondisi terjepit seperti ini perasaan saya mulai ga enak, kenapa geledahnya ga di pos penjaga peron aja? Kok malah di warung deket ujung peron?
“Eh, bang… kenapa ga di sana aja geledahnya?” sambil menoleh kea rah penjaga peron yang sedang berdiri di depan loket.
“Sudahlah diam saja kau, di sana banyak orang kok, ga usah takut..”
“Ga bang, mana kutau kalu kau teman si copet ni..!”
“hey, sudah, diam lah kau, malu diliat orang itu..!”
Perasaan saya makin ga enak, sempat terpikir untuk segera lepas dari kawalan mereka dan mengikhlaskan HP kesayangan itu...
“Mau kau bawa kemana aku bang? Kita kesana aja atau aku teriak ni bang..!!!”
Hah…
Lupa ada dialog apalagi di sana..
Nah, singkat cerita saya ga berkutik dah tuh, dan terus di bawa ke warung di ujung peron itu. Yang lebih mengejutkan adalah saat saya menoleh ke belakang, ternyata banyak orang yang ngikutin, sekitar 5 sampai 7 orang deh. Tau ga kira-kira siapa mereka..?
Setelah sampai di pojok warung itu tiba-tiba saja, orang-orang yang ngikutin tadi mukul kepala saya dari belakang…
Masih ga bisa apa2 karena masih di pegangin sama si copet dan si batak. Pemukulan, eh pengeroyokan itu terus berlangsung, pukulan dan tendangan terus mendarat di tubuh dan kepala saya.
BAG, BIG BUG GEDEBUK….!!!
Dan satu pukulan tepat mendarat di wajah saya, tepat di bagian kanan hidung ini...
Tersungkurlah saya dengan 1 pukulan hebat itu..
Belum selesai, masih di tendinging walau sudah tersungkur...
BAG, BIG, BUG, GEDEBUGK..!!!
HADUH, HADUH…
Akhirnya selesai, merake langsung kabur entah kemana, kecuali si batak tadi…
“eh, bangun kau…! Jangan pura – pura lah kau..” kata si batak.
Sambil berusaha intuk bangun,
Terkejut banget saya ketika meraba hidung…
Ya Allah…???
Hidung saya mana…???
Hidung saya patah…???
“Pura-pura gimana? Coba kau lihat, hidungku patah bang…!!!”
si batak itu terdiam sejenak, ada seorang penumpang -pemuda- yang ternyata mengikuti kami sadari stasiun Citayem..
"eh, ngapain kau di sini? pergi kau..!!!" bentak si batak.
Orang itu pun pergi seketika, begitu pun warga yang kebetulan lewat setelah komplotan copet itu kabur...
"Emang hapenya tipe berapa, De?"
"Nokia 6600" jawaban saya atas pertanyaan orang itu...
"Sudah kau pergi sana...!!" si batak itu juga berkata kepada orang yang lewat itu...
"Mau kemana emangnya kau?" tanya ke saya.
"ke Bojong, bang"
"Makanya hati-hati kau, jangan asal nuduh orang.."
(cih...!!)
"Yaudah lah bang, aku jalan dulu..."
sambil jalan menuju Stasiun Citayem, saya perhatiin relief hidung saya sekarang.
di depan kaca warung saya liat, waduh...!!
idung saya mendem...
tulang rawannya geser ke kiri, kejepit sama tulang tengkorak, (haduh, susuah banget nih nyeritain yang ini. yaudah, bayangin aja idungnya ga normal, patah karena di pukulin gituh...)
ya sudah, saya lanjutkan perjalanan menuju Bojong Gede dengan kondisi yang lusuh, penuh debu di celana dan jaket saya...
nah, mungkin ada juga hubungannya sama jaket yang saya pake, ada emblem bendera pelestinanya tuh,,,
ketika sedang ramainya berita agresi militernya israel ke Gaza, mungkin aja mereka makin panas ngeliat emblem itu, sampe kaya gitu deh ngroyokinnya...
Lanjut,,,
sepanjang perjalanan saya coba untuk benerin kondisi idung yang patah itu dengan cara di pije pelan2, lumayan lah sedikit terlihat mendingan..
sesampainya di sana saya cuma cerita kalau HP hilang di kereta, ga cerita kalo dikeroyok copet, soalnya takut beliau merasa bersalah gitu deh. (gara2 disuruh ke bojong malah dikeroyok orang)
beberapa jam kemudian pangkal hidung saya mulai membengkak, dengan alasan mau ngurusin kartu ATM yang tadi pagi ketelen mesin ATM, saya segera pamit...
Bingung deh, uang dah tinggal buat ongkoa ma makan hari ini, kartu ATM ketelen, bank juga tutup...
haduh, gimana mau periksa nih ke kliniknih??
mmm...
saya punya temen yang kerja di klinik, coba ke sana ah,,, mudah2an dia lagi jadwal masuk kerja hari ini...
datenglah saya ke kliniknya, ya paling ngga kalo emang harus bayar, ya bisa minjem atau utang dulu lah ma dia...
tapi ternyata dia ga masuk kerja karena lagi ada walimahan keluarganya...
hyaah...
yaudah, kita ke puskesmas aja...
kan lebih murah tuh...
Ternyata eh ternyata, puskesmasnya tutup...
Gimana dong gimanag???
mmm...
Kita ke PKM UI,,,
Ternyata PKM sudah tutup pukul 11.30 kalo ga salah...
Makin bingung...
Takut kenapa2 kalo ga segera di tangani secara medis...
Untung di kereta sempet beli Perdana XL, sebenernya sih lum pasti buat apa...
akhirnya saya putuskan untuk pulang, pnjem HP anak ETOS buat ngubungin temen yang mungkin bisa bantu...
Imam Syahid...!!! (Temen) Oh iya, dia punya klinik pribadi, cuma gimana caranya saya ke sana? tempatnya aja ga tau...
(temen semua nih) pertama saya harus nyari nomor Dimen atau Aziz, karena mungkin dia yang bisa ngaterin ke kliniknya Imam...
tapi kan nomornya ilang...
mmm...
Yah, singkat cerita saya dapet nomor itu dari Irma detya Rini, anak FIK UI. kebetulan ETOSER ada yang punya Nomornya Irma...
Nah, dengan di anter sama Dimen dan Aziz, di klinik imam saya di Akupuntur...
mmm...
selesai itu kita langsung mabit di Masjid SDIT NF. Habis materi, sebelum tidur pengobatan tahap 2 oleh Imam, Bekam di pipi, tepat di samping kanan kiri hidung yang bengkak...
...
pagi nya kita maen Futsal deh...
ya sudah sampe situ aja...
kesananya akhirnya sembuh dengan minum Vitamin dari PKM UI...
dan Alhamdulillah ga peke operasi kecil, padahal dokter PKM nyuruh Ronsen di RS terdekat, tapi saya ga jalanin...
biarin ah...
hahaha...

nah, buat kalian yang ngeliat copet...
pkir dulu sebelum bertindak...
salah bertidak kita sendiri yang rugi...
kalo kata Ayis Rahim (ETOSER 2008) ikhlasin aja, nanti pasti di ganti sama yang lebih baik...
Tapi buat kamu2 yang pengen bertindak, bertindak cerdaslah, jangan kaya saya...
Foto dulu aksi copetnya trus teriakin, atau gimanalah cara yang lebih kerennya...
hehe..
moga bermanfaat...
Wallahu'alam